Yogyakarta - Lulusan SMA tahun ajaran 2007/2008 di wilayah kota Yogyakarta diharuskan menanam pohon penghijauan secara berkelompok di sekolah masing-masing saat merayakan kelulusan yang pengumumannya dijadualkan pada 14 Juni 2008.
"Ketimbang melakukan aksi yang tidak bermanfaat saat merayakan kelulusan seperti konvoi dan corat-coret baju seragam sekolah lebih baik mereka mengisinya dengan gerakan menanam pohon di sekolah masing-masing," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Syamsuri di Yogyakarta, Selasa (10/6).
Ia mengharapkan semua lulusan SMA di kota ini tidak melakukan aksi corat-coret baju seragam sekolah dan berkonvoi ke liling kota untuk meluapkan kegembiraan atas keberhasilan mereka lulus Ujian Nasional (UN) tahun ini.
"Kami sudah menyampaikan kepada sekolah agar lulusannya secara berkelompok menggelar aksi tanam pohon penghijauan di sekolah masing-masing. Kami sejak lama juga sudah menyampaikan sosialisasi agar siswa yang lulus tidak konvoi keliling kota," katanya.
Menurut dia, imbauan agar tidak ada kegiatan konvoi berkendaraan motor keliling kota Yogyakarta dalam jumlah banyak dikeluarkan mengingat situasi saat ini yang tidak kondusif, sehingga konvoi itu dikhawatirkan disusupi oleh orang tidak bertanggungjawab dan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan bersama.
"Untuk itu, kami sudah meminta Poltabes Kota Yogyakarta untuk melakukan pengamanan pada saat berlangsung pengumuman kelulusan siswa SMA," katanya.
Ia mengatakan ketimbang melakukan aksi yang tidak bermanfaat seperti corat-coret baju seragam sekolah lebih baik mereka menyerahkan seragam sekolah milik mereka yang masih pantas pakai untuk disumbangkan kepada orang yang masih memerlukan seperti ke panti asuhan.
"Kegiatan memberikan sumbangan kepada mereka yang masih membutuhkan justru akan memperoleh pahala ketimbang kegiatan yang tidak bermanfaat. Apalagi lulusan SMA masih harus berjuang untuk melanjutkan ke pendidikan lebih tinggi," katanya.
Menurut dia, tingkat kelulusan siswa SMA pada tahun ajaran 2007/2008 diharapkan lebih baik dari tahun sebelumnya yaitu lebih dari 97 persen. Sementara itu, bagi mmereka yang tidak lulus UN tahun ini masih bisa mengikuti UN tahun depan atau mengikuti ujian kesetaraan Paket C yang dijadualkan 24 Juni



