Medan - Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Sumut, menjadi daerah terparah menerima dampak gempa berkekuatan 6,1 pada Skala Richter (SR) yang terjadi Senin (19/5) malam.
Seperti dikutip Antara, data Satkorlak PB Sumut di Medan, Rabu (21/5), menyebutkan, sebanyak 321 unit rumah penduduk di tiga desa di Taput, yakni Desa Simangumban, Sibulan-bulan dan Desa Simarjambu, mengalami kerusakan dengan rincian 25 rumah rusak total, 50 rumah rusak berat dan 246 rumah rusak ringan.
"Sebanyak 321 unit rumah penduduk pada tiga desa rusak akibat gempa dan kerusakan terparah terjadi di Desa Simarjambu. Gempa juga merusak lima gereja, tiga mesjid dan lima gedung sekolah serta memutuskan jalan provinsi," ujar Sekretaris Kesbanglinmas Sumut, Abdul Mutalib Lubis.
Dia menjelaskan, jalan provinsi yang terputus di Taput terjadi pada dua titik akibat badan jalan yang amblas sepanjang 30 meter di Desa Simarjambu, sementara satu titik lagi adalah jalan yang menghubungkan Desa Simarjambu dengan Desa Sibulan-bulan.
"Korban luka berat satu orang dan luka ringan enam orang dengan jumlah pengungsi sekitar 300 orang yang ditampung pada tiga unit tenda darurat," katanya.
Sedangkan di Tapanuli Selatan (Tapsel), gempa mengakibat jalan provinsi di Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, terputus total.
Selain itu, di Desa Sipetang jalan terputus akibat amblas sepanjang 30 meter dengan kedalaman 10 meter, sehingga arus lalu lintas antar provinsi dialihkan melalui jalan negara Padang Sidempuan-Sibolga dan Padang Sidempuan-Simpang Pal 12 ke arah Gunung Tua-Labuhan Batu.
"Untuk jalan yang terputus sedang dilakukan pengerjaan oleh Dinas Jalan dan Jembatan Sumut melalui unit pelaksana teknis setempat. Namun yang mengkhawatirkan hingga kini di kedua kabupaten itu penerangan listrik (PLN, red) juga belum berfungsi," ujarnya.
Sementara itu, pada kesempatan terpisah Kepala Bainfokom Sumut, Edy Sofian, mengatakan, hingga kini pemerintah Sumut dan pemerintah kabupaten di daerah bencana terus melakukan koordinasi secara intensif.
"Kita masih terus berkoordinasi dengan mereka secara intensif untuk mengetahui bantuan apa yang dibutuhkan dan sampai hari ini pendataan terhadap korban bencana masih dilakukan. Untuk sementara ini kebutuhan korban bencana masih ditangani satlak di daerah," katanya.



