Jakarta – Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) mengumumkan prakiraan awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun 2008 akan terjadi pada bulan April, Mei, dan Juni.
"Untuk beberapa Zona Musim (ZOM) di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), awal musim kemarau sudah mulai terjadi pada bulan Maret. Sedangkan Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, awal musim kemaraunya baru akan terjadi pada bulan Agustus," kata Dr Prih Harjadi, Deputi Bidang Sistem Data dan Informasi BMG, di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut ia menjelaskan, musim kemarau tahun 2008 memiliki sifat hujan yang rata-rata normal dan di bawah normal. "Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1971-2000), awal musim kemarau umumnya sama dan mundur terhadap rata-rata. Walaupun memang ada beberapa ZOM yang awal kemaraunya maju dibanding rata-rata, yakni sebanyak 13 persen total ZOM yang dipantau BMG," katanya.
Posisi geografis dan topografi Indonesia yang bergunung-gunung dan berlembah merupakan fenomena lokal yang mengakibatkan kondisi iklim di wilayah Indonesia sangat beragam, baik menurut ruang (wilayah) maupun waktu.
Berdasarkan hasil analisa data periode 30 tahun (1971-2000), secara klimatologis wilayah Indonesia terdiri atas 293 pola iklim. Sebanyak 220 zona merupakan Zona Musim (ZOM), yaitu daerah yang mempunyai perbedaan yang jelas antara musim hujan dengan musim kemarau (pola Monsun).
Sementara 73 zona sisanya merupakan zona non musim atau Non Zona Musim (Non ZOM), umumnya berkebalikan dengan curah hujan musim. "Musim kemarau adalah masa di mana curah hujan kurang dari 50mm/10 hari. Bukan berarti pada musim kemarau tidak ada hujan sama sekali, tapi memang curahnya di bawah 50mm," demikian Prih.



