Bandung – Sekitar tiga ribu rumah, sebanyak 13 mesjid, tiga bangunan sekolah dan bangunan kantor kelurahan di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung bagian selatan terendam banjir luapan dari Sungai Citarum, Cisangkuy dan Cikapundung sejak Selasa (8/4) dini hari.
Hingga Selasa pukul 17.00 ketinggian air rata-rata mencapai antara 20 sentimeter hingga 120 centimeter.
Warga RT 04 RW 07 Kelurahan Andir, Lilis (38) di Bandung, Selasa mengatakan air mulai masuk ke rumahnya sekitar pukul 00.30 setelah sehari sebelumnya hujan turun sepanjang hari.
"Sejak malam ketinggian air di jalan sudah mencapai 75 sentimeter sampai akhirnya masuk ke dalam rumah beberapa jam kemudian," ujarnya.
Ia menjelaskan ketinggian air di depan rumahnya telah mencapai sepinggul orang dewasa dan di dalam rumah telah mencapai 50 sentimeter.
"Sekitar pukul 12.00, air di dalam rumah surut tetapi pada pukul 16.00 sudah naik lagi hingga dua sentimeter," katanya.
Lilis dan satu orang anaknya harus menumpang perahu yang disewa penduduk untuk mencapai jalan raya Dayeuhkolot.
Warga RT 02 RW 09, Usron (50) mengatakan banjir kali ini termasuk banjir tercepat karena setelah seharian hujan, air langsung mencapai ketinggian lebih dari satu meter.
"Biasanya kalau hujan seharian, banjir datangnya bertahap dan baru mencapai ketinggian satu meter setelah satu hari kemudian, ujarnya.
Sekretaris Camat, Momon mengatakan satu rumah di RW 03 Kampung Ciodeng hancur akibat terjangan air yang sangat deras. "Hingga kini kami belum menghitung nilai kerugiannya, "ujarnya.
"Dua sekolah dasar terendam sehingga pihak sekolah meliburkan murid-muridnya begitu pula dengan beberapa madrasah yang biasanya digunakan anak-anak untuk sekolah agama," ujarnya.



