Medan — Balai Besar Meteorologi dan Geofisika (BBMG) Wilayah I Medan menyatakan banjir dan tanah longsor masih mengancam kawasan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) hingga bulan Mei 2008 mendatang.
"Saat ini wilayah Sumbagut sedang memasuki musim hujan dan puncak hujan terjadi pada pertengahan April hingga Mei mendatang," kata analis cuaca BBMG Wilayah I Medan, Agus Syafril seperti dikutip Antara di Medan, Jumat (28/3).
Dia mengatakan, banjir yang melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau, Sumut dan NAD terjadi dalam sepekan terakhir karena hujan yang turun secara merata dan berlangsung dalam intensitas lebat dan sangat lebat atau di atas 50 milimeter (mm) hingga 100 mm lebih per hari.
Awal pekan ini berdasarkan data yang tercatat di BBMG Wilayah I Medan hujan yang turun di Pekanbaru, Riau tercatat 108 mm, di Padang, Sumbar 84 mm, Sibolga, Sumut 85 mm dan Meulaboh, NAD 104 mm.
Menurut dia, tingginya intensitas hujan yang terjadi secara merata itu karena adanya gangguan cuaca di Samudera Hindia yang disebabkan meningkatnya suhu muka laut dan mengarah ke wilayah Sumbagut.
Akibatnya hujan terjadi pada sore hingga malam hari dengan intensitas yang sedang hingga lebat dan memunculkan awan Comulonimbus yang mengakibatkan angin puting beliung, jelasnya.
Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat di Sumbagut terutama yang bermukim di daerah aliran sungai dan pegunungan mewaspadai terjadinya banjir karena bisa berakibat terjadinya banjir dan tanah longsor.



