Banda Aceh — Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muhammad Nazar meminta hutan yang kritis segera dihijaukan kembali (direboisasi) guna mengantisipasi bencana alam banjir yang kerap melanda daerah itu.
"Kita tidak punya pilihan lain, untuk program jangka panjang hutan Aceh harus direboisasi," katanya seeperti dikutip Antara di Banda Aceh, Senin (8/10)
Dia mengatakan, hutan di Aceh sebagian besar gundul akibat kegiatan pembalakan hutan sehingga ketika hujan langsung terjadi banjir.
Banjir bandang merupakan bencana alam yang menjadi langganan di beberapa daerah di Aceh seperti Kabupaten Aceh Selatan dan musibah tersebut kembali terjadi di Kabupaten Nagan Raya pada Sabtu (6/10).
Banjir yang terjadi akibat meluapnya Krueng (sungai) Nagan itu selain merendam ratusan rumah penduduk setinggi satu hingga dua meter, banjir tersebut juga merusak beberapa fasilitas publik seperti jembatan gantung yang berada di Desa Latong, Kecamatan Seunagan.
Musibah itu juga merusak ratusan hektar tanaman padi disepanjang Krueng Nagan itu akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu selama hampir 14 jam pada Jumat (5/10) hingga Sabtu (6/10) pagi namun hingga saat ini tidak ada korban jiwa dalam bencana tersebut.
Untuk mengatasi terjadinya musibah serupa, Pemerintah Aceh telah membentuk strategi jangka pendek yaitu memberlakukan moratorium logging (jeda tebang hutan).
"Selain itu juga melakukan pengelolaan sumber daya air dimana banjir itu harus dimanfaatkan dan ditampung menjadi sumber air yang dialirkan ke sawah bukan menyerang rumah penduduk," katanya.
"Perambahan hutan diyakini menjadi penyebab bencana, tetapi bukan yang baru dilakukan melainkan beberapa tahun lalu sehingga perlu reboisasi sebagai antisipasi jangka panjang," katanya.
Sumber: Ghabo.com/GhaboNews



