Madiun — Puluhan hektare pohon jati dan Sono di kawasan hutan milik Perhutani Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun tepatnya di Desa Mojorayung, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, rusak akibat penebangan liar.
Menurut kantor berita Antara, Senin (8/10), di dalam hutan yang hanya berjarak sekitar lima kilometer dari perkampungan Desa Mojorayung tersebut banyak ditemukan puluhan batang pohon jati dan sono berserahkan akibat ditebang oleh para pembalak
Salah seorang warga Desa Mojorayung, Suyanto (40), mengatakan warga setempat tidak bisa berbuat apa-apa ketika melihat para pembalak liar menebangi kayu-kayu hutan tersebut.
"Warga disini takut berurusan dengan para palaku pencurian kayu dan pihak Perhutani, jadinya kami tidak bisa berbuat apa-apa," katanya.
Selain itu, kata dia, tidak satupun petugas Perhutani yang mengetahui hal itu padahal hampir setiap hari selalu berpatroli untuk mengamankan kayu hutan dengan berkeliling hutan.
Bahkan ada pelaku yang begitu bebas menebang dan meninggalkan potongan kayu di hutan-hutan dan membiarkan mobil pick up pengangkut kayu masuk ke hutan. Mereka mengambil potongan-potongan kayu hasil tebangan tersebut.
Salah seorang petugas Perhutani setempat, Paidi (45) mengatakan bahwa aksi perambahan hutan di wilayah KPH Madiun tersebut sangat rapi dan terorganisir.
"Biasanya mereka melakukan penebangan pada malam hari dan pagi harinya kayu-kayu hasil tebangan tersebut sudah ada yang mengambilnya," katanya.
Menurut dia, akibat dari pembalakan liar tersebut kondisi kerusakan hutan di wilayah KPH Madiun tersebut kian hari makin parah.
Selain itu ia juga heran dengan sikap petugas keamanan hutan atau Polisi hutan (polhut) yang kurang pro aktif dalam mengawasi ulah para pemabalak liar yang kian hari semakin menjadi.
Meski pembalakan liar sudah berlangsung lebih dari sebulan ini yang tersebar di banyak titik di dalam hutan, namun hingga kini belum ada upaya pemberantasan dari aparat terkait.
Menanggapi hal itu, Humas KPH Madiun, Budi Karyanto membantah kalau di hutan di Desa Mojorayung terjadi pembalakan liar melainkan adalah pembersihan lahan untuk mempersiapkan periode tanaman baru. "Tidak ada pembalakan liar, yang ada pembersihan lahan," katanya.
Sumber: GhaboNews/Ghabo.com



