Bengkulu — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu mengajukan bantuan tenda pleton untuk kegiatan belajar-mengajar ke Badan Koordinasi Nasional (Bakornas) Penanggulangan Bencana Alam (PBA).
"Kita sudah mengajukan pemintaan bantuan tenda pleton itu ke Bakornas PBA," kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Ekbangra) Sekretariat Provinsi Bengkulu Fauzan Rahim di Bengkulu, Minggu (7/10).
Ia mengaku tidak meminta bantuan total namun cukup banyak dan didasarkan pada permintaan dari pemerintah Kota Bengkulu, Pemkab Bengkulu Utara dan Muko Muko.
Ia juga menjelaskan, usulan bantuan itu diajukan menindaklanjuti permintaan dari Bakornas.
"Barkonas siap membantu tenda, karena itu kita diminta untuk mengajukan permintaan sesuai kebutuhan," kata Fauzan yang juga koordinator pendataan kerusakan bangunan akibat gempa Bengkulu.
Akibat gempa berkekuatan 7,9 SR yang mengguncang Bengkulu pada 12 September 2007, sebanyak 903 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan, yang terparah terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara dan Muko Muko.
Karena banyaknya bangunan sekolah yang rusak, pemerintah Kabupaten Muko Muko terpaksa harus mengambil kebijakan meliburkan sekolah selama Ramadhan dan baru masuk pada 22 Oktober 2007.
Sementara pemerintah Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Utara tetap melaksanakan kegiatan belajar-mengajar.
Khusus untuk Kota Bengkulu kegiatan belajar yang terpaksa harus dilaksanakan ditenda hanya SMAN VII, khususnya kelas III.
Sementara Bengkulu Utara cukup banyak kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan di bawah tenda darurat, mulai tingkat SD hingga SMA/sederajat.
Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi mengaku sangat membutuhkan bantuan tenda pleton itu, karena hingga kini banyak murid yang terpaksa belajar di bawa tenda darurat dari terpal (tenda biru).
"Idealnya tenda untuk belajar minimal tenda pleton, tapi Pemkab Bengkulu Utara tidak memiliki tenda tersebut, karena itu banyak di antaranya yang masih menggunakan tenda biru/terpal," katanya seperti dikutip kantor berita Antara.
Kerusakan bangunan sekolah di Bengkulu Utara cukup banyak. Hasil pendataan yang dilakukan Dinas Diknas setempat tercatat sebanyak 43 unit Taman Kanak-Kanak yang rusak berat dan 48 unit rusak ringan, SD/MI sebanyak 35 unit rusak total, 105 unit rusak berat dan 144 unit rusak ringan.
Kemudian SMP/MTs tercatat enam rusak total, 13 unit rusak berat dan 41 rusak ringan, SMA/SMK/MA sebanyak dua rusak total, 12 rusak berat dan 11 rusak ringan serta perguruan tinggi satu rusak total dan satu rusak berat.
Sedangkan di Muko Muko tercatat 208 unit fasilitas pendidikan rusak berat dan 44 unit rusak ringan, di Kota Bengkulu 13 unit rusak berat dan 10 rusak ringan.
Sumber; GhaboNews/Ghabo.com



